Polda Jawa Barat (Jabar), membenarkan IMN, 29, yang
ditangkap petugas Datasamen khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Kampung
Cijeruk, Desa dan Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Minggu (18/8).
Kepala Bidang (Kabis) Humas Polda Jabar Kombes Martinus
Sitompul membenarkan, penangkapan IMN terkait dengan penembakan terhadap dua
anggota Polri, yaitu Aiptu Kus Hendratna dan Brikpa Achmad Maulana di
Tanggerang Selatan, Provinsi Banten.
“Memang pria (IMN) yang ditangkap Densus 88 di Kawalu,
Kota Tasikmalaya, diduga kuat terkait dengan kasus penembakan. Namun, untuk
lebih jelasnya, kami masih menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan lebih
lanjut,” jelas Martinus
Diduga, IMN merupakan pemilik kendaraan Yamaha Mio warna
hitam yang digunakan dalam penembakan terhadap dua anggota Polsek Pondok Aren,
Tangerang Selatan, Ipda Kushendratna dan Aipda Ahmad Maulana, Jumat (16/8),
pukul 21.30 WIB, penyidik menemukan selongsong dan anak peluru berdiameter 9,9
milimeter di tempat kejadian perkara (TKP).
Seperti diketahu:i, Densus 88 Antiteror berhasil
menangkap IMN di rumahnya di Kampung Cijeruk, Desa dan Kecamatan Kawalu, saat
tidur di kamarnya. Menurut keterangan saksi, saat ditangkap pelaku tidak
memberikan perlawanan.
Petugas Densus 88 Antiteror yang bersenjata lengkap tidak
mengeluarkan tembakan. “Penangkapan berjalan mulus. Bahkan, sebagian besar
warga tidak ada yang tahu,” ujar Solihin, salah seorang saksi mata.
Diperoleh keterangan, saat digeledah di sekitar rumah
pelaku terdapat atribut Front Pembela Islam (FPI).
Anggota FPI Dibekuk Densus karena Terlibat Penembakan
Polisi
Seperti yg diberitakan Metro TV bahwa Warga Tasikmalaya,
Jawa Barat, ditangkap tim Detasemen Khusus 88 (Densus 88), Minggu (18/8).
Penangkapan tersebut diduga terkait kasus penembakan dua anggota Polisi Sektor
(polsek) Pondok Aren, Tangerang Selatan, dua hari lalu.
Kedua korban penembakan yakni Aiptu Kus Hendratna dan
Bripka Ahmad Maulana yang tewas seketika di tempat kejadian.
Pelaku berinisial I itu diduga sebagai pemilik motor
Yamaha Mio berwarna hitam yang digunakan kedua pelaku penembakan. Sekitar pukul
07.00 WIB, Densus 88 menyambangi rumah I di Kampung Cijeruk Hilir RT 03/RW 01
Kecamatan Walu, Tasikmalaya. Menurut keterangan istrinya, I ditangkap saat
istirahat di kamar.
I merupakan anggota organisasi masyarakat (ormas) Front
Pembela Islam (FPI). Hal itu terlihat dari kepemilikan atribut ormas tersebut
yang ditemukan di rumahnya.
Penangkapan I mengejutkan pihak keluarga dan warga
sekitar. Sosok I dikenal sehari-hari sebagai peternak ikan. Selain itu, sekitar
tahun 1994 sosok I pun pernah dipenjara terkait kasus pencurian motor. Saat
ini, I diamankan tim densus guna penyelidikan lebih lanjut.)Ab@h**

Tidak ada komentar:
Posting Komentar